Nouns (Part 2) : Countable

Posted by Rama Van Basten under

Pada umumnya, benda dapat dinyatakan kuantitasnya dengan ‘satu’ untuk singular nouns (benda tunggal), dan ‘dua’, ‘tiga’, ‘empat’, ‘seribu’, dan seterusnya untuk plural nouns. (benda jamak). Karena dapat dihitung jumlahnya, maka disebut countable nouns. Tulisan ini membahas penggunaan a dan an pada singular nouns, penggunaan –s dan –es pada plural nouns, irregular plural nouns, nouns yang selalu plural, dan plural nouns yang berasal dari bahasa Latin.

Contoh:

  1. I only have a pen but Anita has more than five different pens. (Aku hanya punya satu pulpen, tapi Anita punya lebih dari 5 pulpen yang berbeda).
  2. There are many books and pencils on the library desks. (Ada begitu banyak buku dan pensil di atas meja perpustakaan).
  3. I have two volleyballs. (Saya punya dua bola volley).
  4. In the past, women had to be at home most of the time. (Dulu, perempuan-perempuan harus berada di rumah).
  5. I need a new pair of jeans. (Saya butuh sepasang jeans baru).
  6. Soybean nodules contain many Rhizobia. (Bintil-bintil kedelai mengandung banyak bakteri Rhizobium).

Singular and Plural Noun

Benda tunggal disebut singular noun (misalnya: a book, a pencil, an hour, an ox, a child, etc), sedangkan benda jamak (jumlahnya lebih dari satu) disebut plural noun (misalnya: two books, two pencils, three hours, ten oxen, many children, etc). Kalau diperhatikan, article ‘ a ‘ atau ‘ an ‘ digunakan sebelum singular noun, sedangkan suffix (akhiran) ‘ s ‘ atau ‘ es‘ ditambahkan pada plural noun.

A. Penggunaan article a dan an

Article ‘a’ dan ‘an‘ digunakan untuk menyatakan bahwa jumlah benda adalah satu (singular). Kapan kita gunakan article ‘ a ‘ dan kapan kita gunakan ‘ an ‘ ?

1. Article ‘ a ‘ digunakan jika noun yang mengikutinya berbunyi konsonan (tak hidup), sedangkan article ‘ an ‘ digunakan jika noun yang mengikutinya berbunyi vokal (hidup). !!! Ingat: Penggunaan kedua article ini tergantung pada pelafalan (pronunciation) di bagian awal dari noun tersebut, bukan tergantung pada tulisan/hurufnya. Ini dimaksudkan agar dalam speaking, lidah lebih nyaman (tidak kelu) dalam mengucapkannya.

Contoh :

· a cat
· a tree
· a house
· a door
· a knife
· a flower
· a bookshelf
· a leaf
· a box
· a uniform ( u dibaca yu)
· a university (u dibaca yu)
· a union (u dibaca yu)
· an umbrella (u dibaca a)
· an angel (seorang bidadari)
· an angle (sebuah sudut)
· an heir (h tidak dilafalkan)
· an hour (h tidak dilafalkan)
· an honor (h tidak dilafalkan)
· an orange
· an apple
· an egg
· an elephant
· an ox
· an artist

Note: umbrella dibaca: ambrela. Sekarang baca dengan cepat: an umbrella dan bandingkan dengan a umbrella ! Penggunaan article mana yang lebih enak dan terasa nyambung (tidak kelu) di lidah? An umbrella, bukan?

University dibaca : yuniversiti. Sekarang baca dengan cepat: an university dan bandingkan dengan a university ! Penggunaan article mana yang lebih enak dan terasa nyambung (tidak kelu) di lidah? A university, bukan?

Nah, di sinilah pentingnya mengetahui pelafalan/pengucapan kata-kata bahasa Inggris, sebab dengan mengetahui pelafalannya anda tidak akan mengalami kesulitan dalam menggunakan article a dan an.

2. Jika merupakan noun phrase, penggunaan article ‘ a ‘ atau ‘ an ‘ tergantung pada pelafalan kata pertama dari noun phrase tersebut. Gunakan ‘ an ‘ jika berbunyi vokal, dan ‘ a ‘ jika berbunyi konsonan.

· an orange
· an hour
· a sharp knife
· an orange flower
· an old bookshelf
· a beautiful house
· a sour orange
· a boring hour
· an old sharp knife
· a fragrant flower
· a cheap old bookshelf
· an expensive beautiful house

3. Ketika mengeja sebuah huruf, gunakan article an pada huruf-huruf berikut: a, e, f, h, l, m, n, o, r , s, dan x. Begitu juga ketika menyebut sebuah singkatan. Yang perlu diperhatikan adalah pelafalan huruf pertama dari singkatan tersebut. (Lihat contoh 1-3).

Contoh:

  1. He is a Federal Bureau of Investigation agent. atau He is an FBI agent.
  2. A landslide just destroyed a whole village last night. “What is tanah longsor in English ?” tanya seorang guru TK. Karena tidak ada yang menjawab, she then gave a clue. “The word starts with an l”. Oh, saya tahu bu guru, landslide.
  3. I just got an SMS from someone I don’t know.
  4. A sweet cat is climbing a tall tree. (Seekor kucing yang manis sedang memanjat sebuah pohon tinggi).
  5. There are a sour orange, a cheap apple, and a rotten egg in the fridge. (Ada satu jeruk kecut, satu apel murah, dan satu telur busuk di dalam kulkas).
  6. I wish I lived in an expensive house. (Saya berharap, saya tinggal di sebuah rumah yang mahal).
  7. This afternoon, my mother and Yeyes are going to go to the market to buy an umbrella, a knife, some potatoes and tomatoes. (Sore ini, ibuku dan Yeyes akan pergi ke pasar untuk membeli sebuah payung, sebuah pisau, beberapa kentang dan beberapa tomat).

B. Penggunaan -s dan -es

Plural noun pada umumnya dibentuk dengan menambahkan huruf s ‘ atau ‘ es ‘ di belakang noun tersebut.

1. Penggunaan -s.

Sebagian besar plural nouns dalam bahasa Inggris dibentuk dengan menambahan huruf s.

Contoh :

Singular

Plural

  • apple
  • cat
  • clue
  • door
  • egg
  • elephant
  • floor
  • flower
  • stone
  • bag
  • lamp
  • honor
  • hour
  • house
  • orange
  • shoe
  • tree
  • plant
  • window
  • pen
  • wallet
  • teacher
  • apples
  • cats
  • clues
  • doors
  • eggs
  • elephants
  • floors
  • flowers
  • stones
  • bags
  • lamps
  • honors
  • hours
  • houses
  • oranges
  • shoes
  • trees
  • plants
  • windows
  • pens
  • wallets
  • teachers, etc

Karena plural noun dengan menambahkan huruf s jumlahnya sangat banyak, maka yang perlu kita hafalkan/pahami adalah plural noun yang diimbuhi -es, seperti yang kita bahas berikut ini.

2. Penggunaan -es

Penambahan -es dilakukan jika noun diakhiri oleh huruf o, y, f, x, th, s, sh, ch, z. (Note: Rule ini juga berlaku untuk verb).

a. Nouns berakhiran o.

Nouns yang berakhiran dengan huruf o dibuat plural dengan mengimbuhi -es. Rule ini berlaku jika sebelum huruf o ini adalah konsonan.

Contoh:

Singular

Plural

  • hero
  • mango
  • potato
  • tomato
  • heroes
  • mangoes
  • potatoes
  • tomatoes, etc

Perkecualian. Walaupun berakhiran huruf o dan didahului oleh konsonan, bentuk plural nouns berikut adalah dengan menambahkan -s:

Singular

Plural

  • albino
  • canto
  • halo
  • lasso
  • memento
  • piano
  • sirocco
  • solo
  • albinos
  • cantos
  • halos
  • lassos
  • mementos
  • pianos
  • siroccos
  • solos, etc.

Dan, jika nouns berakhiran huruf o dan didahului oleh huruf hidup (vowel), bentuk pluralnya juga dengan menambahkan -s:

Contoh:

Singular

Plural

  • bamboo
  • cameo
  • folio
  • igloo
  • portfolio
  • stereo
  • studio
  • taboo
  • zoo
  • bamboos
  • cameos
  • folios
  • igloos
  • portfolios
  • stereos
  • studios
  • taboos
  • zoo, etc

b. Nouns berakhiran y

Plural nouns yang diakhiri oleh huruf y dibentuk dengan menambahkan -es, jika huruf y ini didahului oleh konsonan. Perhatikan bahwa dalam bentuk plural, huruf y berubah menjadi i.

Contoh:

Singular

Plural

  • baby
  • berry
  • cherry
  • city
  • duty
  • ferry
  • fly
  • gallery
  • history
  • injury
  • lady
  • lily
  • reality
  • sky
  • story
  • study
  • theory
  • babies
  • berries
  • cherries
  • cities
  • duties
  • ferries
  • flies
  • galleries
  • histories
  • injuries
  • ladies
  • lilies
  • realities
  • skies
  • stories
  • studies
  • theories, etc

Tetapi, jika sebelum huruf y ini adalah huruf hidup (vowel), maka bentuk pluralnya adalah dengan menambahkan -s.

Contoh:

Singular

Plural

  • alley
  • chimney
  • day
  • essay
  • joys
  • play
  • toy
  • turkey
  • valley
  • volley
  • alleys
  • chimneys
  • days
  • essays
  • joys
  • plays
  • toys
  • turkeys
  • valleys
  • volleys

c. Nouns berakhiran f dan fe.

Jika noun diakhiri oleh huruf f, bentuk pluralnya adalah dengan menambahkan -es dan huruf f-nya berubah menjadi v. Tetapi, jika berakhiran dengan fe, bentuk pluralnya adalah dengan menambhakan–s dan huruf f-nya juga berubah menjadi v.

Singular

Plural

  • bookshelf
  • elf
  • knife
  • leaf
  • life
  • staff
  • thief
  • yourself
  • bookshelves
  • elves
  • knives
  • leaves
  • lives
  • staves (atau staffs)
  • thieves
  • yourselves, etc

Note: Penulisan leaves (daun) = singular verb leaves (pergi/berangkat). Perhatikan contoh kalimat berikut:

  • After Daniel leaves Canada this coming November for good, he will miss the view of colorful leaves of the Canadian autumn. (Setelah Daniel meninggalkan Kanada bulan November yang akan datang ini untuk selamanya, dia akan merindukan pemandangan warna-warninya dedaunan saat Kanada musim gugur).

Pada nouns berikut, bentuk pluralnya adalah hanya dengan menambahkan –s, dan dan huruf f-nya TIDAK berubah menjadi v:

Singular

Plural

  • chief
  • cuff
  • dwarf
  • fife
  • kerchief
  • roof
  • safe
  • stuff
  • chiefs
  • cuffs
  • dwarfs
  • fifes
  • kerchiefs
  • roofs
  • safes
  • stuffs

d. Nouns berakhiran ch

Plural nouns yang diakhiri oleh ch dibentuk dengan menambahkan –es.

Contoh:

Singular

Plural

  • arch
  • church
  • crunch
  • crutch
  • march
  • munch
  • patch
  • perch,
  • porch,
  • torch,
  • watch
  • witch
  • arches
  • churches
  • crunches
  • crutches
  • marches
  • munches
  • patches
  • perches
  • porches
  • torches,
  • watches
  • witches, etc

e. Nouns berakhiran s

Plural nouns yang diakhiri oleh huruf s dibentuk dengan menambahkan –es.

Contoh:

Singular

Plural

  • boss
  • bus
  • class
  • floss
  • fuss
  • gas
  • glass
  • kiss
  • miss
  • pass
  • bosses
  • buses
  • classes
  • flosses
  • fusses
  • gases
  • glasses
  • kisses
  • misses
  • passes

f. Nouns berakhiran sh

Plural nouns yang diakhiri oleh sh dibentuk dengan menambahkan –es.

Contoh:

Singular

Plural

  • brush
  • bush
  • clash
  • crash
  • dash
  • dish
  • flash
  • marsh
  • push
  • splash
  • wish
  • brushes
  • bushes
  • clashes
  • crashes
  • dashes
  • dishes
  • flashes
  • marshes
  • pushes
  • splashes
  • wishes

g. Nouns berakhiran x

Plural nouns yang diakhiri oleh x dibentuk dengan menambahkan –es.

Contoh:

Singular

Plural

  • ax
  • box
  • fox
  • tax
  • axes
  • boxes
  • foxes
  • taxes

h. Nouns berakhiran z

Plural nouns yang diakhiri oleh z dibentuk dengan menambahkan –es.

Contoh:

Singular

Plural

  • buzz
  • klutz
  • topaz
  • waltz
  • buzzes
  • klutzes
  • topazes,
  • waltzes,

i. Nouns berakhiran th

Singular

Plural

  • cloth
  • clothes

C. Irregular Plural Nouns

Tidak semua plural countable nouns dibentuk dengan menambahkan ‘s’ atau ‘es’. Beberapa noun memiliki bentuk plural yang sangat berbeda dengan bentuk singular-nya, dan nouns seperti ini disebut irregular plural nouns. Hafalkan bentuk plural dari irregular countable nouns berikut!.

Singular

Plural

  • child (anak)
  • foot (kaki)
  • goose (angsa)
  • man (pria)
  • woman (wanita)
  • ox (sapi)
  • person (orang)
  • tooth (gigi)
  • mouse (tikus)
  • children
  • feet
  • geese
  • men
  • women
  • oxen
  • people ( atau persons)
  • teeth
  • mice, dst

D. Nouns yang selalu dalam bentuk plural

Berikut adalah noun yang selalu dalam bentuk plural. Penulisannya juga selalu ditambahkan -s atau es.

Contoh:

  • scissors (gunting)
  • trousers (celana panjang)
  • shorts (celana pendek)
  • glasses (kacamata)
  • pants (celana)
  • pliers (tang)
  • jeans (celana jean)
  • tongs (sejenis tang)
  • tweezers (sejenis tang)
  • shoes (sepatu)

Noun di atas selalu dalam bentuk plural karena merupakan unit-unit yang masing-masing terdiri dari dua bagian yang berpasangan (sepasang).

Contoh:

  1. The scissors are in the drawer. You can take them by yourself. (Guntingnya ada di dalam laci. Kamu dapat mengambilnya sendiri).
  2. Where are my jeans? I put them here an hour ago. (Dimana jean saya? Saya menaruhnya di sini sejam yang lalu).
  3. I bought shoes that were on sale yesterday. (Saya membeli sepatu yang lagi diskout (diobral) kemarin).
  4. Your glasses have to be replaced. They are beyond repair. (Kacamatamu harus diganti. Kacamatamu sudah tidak dapat diperbaiki lagi ).

Untuk menyatakan nouns ini dalam bentuk singular, kita dapat gunakan phrase : ‘a pair of‘ (yang artinya: sepasang) dan menempatkannya di depan noun tersebut. Jika phrase ini digunakan, verb yang mengikutinya berubah menjadi singular. Kata ganti juga berubah dari they/them menjadi it.

Contoh:

  1. The pair of scissors is in the drawer. You can take it by yourself. (Sepasang gunting itu ada di dalam laci. Kamu dapat mengambilnya sendiri).
  2. Pass me a pair of pliers that is on the table. I need it to pull some nails out of the board. (Ambilkan saya sepasang tang yang ada di atas meja itu. Saya membutuhkannya (sepasang tang itu) untuk mencabut beberapa paku dari papan).
  3. I bought a pair of shoes that was on sale yesterday. (Saya membeli sepasang sepatu yang lagi diobral kemarin).
  4. Your pair of glasses has to be replaced. It is beyond repair. (Sepasang kacamatamu harus diganti. Sepasang kacamatamu itu sudah tidak dapat diperbaiki lagi).

Perhatikan: Karena digunakannnya phrase ‘a pair of’, to be dan verb pada kalimat di atas berubah dari plural (i.e. are, were, have to) menjadi singular (i.e. is, was, has to), sedangkan they dan them berubah menjadi it.

E. Plural Nouns bersumber dari Bahasa Latin

Bentuk plural nouns yang diadopsi dari bahasa Latin pada umumnya mengikuti rules bahasa Latin. Berikut adalah beberapa contoh bentuk singular dan plural nouns yang diadopsi dari bahasa Latin. Perhatikan: akhiran um berubah menjadi a; on menjadi a; us menjadi i; is menjadi es.

Contoh:

Singular

Plural

  • datum
  • medium
  • Rhizobium
  • sporangium
  • phenomenon
  • criterion
  • alumnus
  • syllabus
  • fungus
  • focus
  • cactus
  • nucleus
  • index
  • appendix
  • thesis
  • axis
  • testis
  • data
  • media
  • Rhizobia
  • sporangia
  • phenomena
  • criteria
  • alumni
  • syllabi
  • fungi
  • foci
  • cacti
  • nuclei
  • indices/indexes
  • appendices/appendixes
  • theses
  • axes
  • testes, etc

0 komentar:

GREEN DAY VIDEO

My Blog List

Popular Posts

Pengikut