Transitive and Intransitive Verbs

Posted by Rama Van Basten under
Transitive verbs adalah kata kerja atau verba yang membutuhkan objek (noun atau pronoun) dalam suatu kalimat. Verba ini menerangkan subjek yang melakukan sesuatu aktivitas terhadap objeknya secara langsung (direct object).

Contoh penggunaan transitive verbs:
  • He bought a shirt.
  • She brushes her hair every hour.
  • Mary will lose the race.
  • They watch the film.
  • He is reading a magazine.
Intransitive verbs adalah kata kerja atau verba yang tidak memerlukan objek langsung (no direct object). Dalam suatu kalimat, intransitive verbs bisa menjadi akhir kalimat tersebut. Jika tidak, adverbia atau frase preposisi akan menjadi akhir kalimat yang berfungsi menerangkan intransitive verbs.

Contoh penggunaan intransitive verbs:
  • The baby is crying.
  • Water boils at 100 degree celcius.
  • She sits alone.
  • They will sleep in my hotel.
  • We are walking in the garden.

Transition Words

Posted by Rama Van Basten under
Transition Words adalah kata transisi yang digunakan untuk membantu membangun koneksi yang jelas antara ide-ide dalam kalimat atau paragraf dan menjamin bahwa kalimat-kalimat dan paragraf tersebut dapat dimengerti dengan baik .

Jenis-jenis Kata dan Frase Transisi

1. Addition (Tambahan)

Kata atau frase yang digunakan adalah:
  • also = juga
  • again = lagi
  • as well as = dan
  • besides = disamping
  • coupled with = ditambah dengan
  • furthermore = lagi pula
  • in addition = sebagai tambahan
  • likewise = demikian juga
  • moreover = selain itu
  • similarly = dengan cara yang sama
Contoh Kalimat:
  • When there is a trusting relationship coupled with positive reinforcement, the partners will be able to overcome difficult situations.
    (Ketika adasebuah hubungan kepercayaan ditambah dengan penekanan yang positif, maka hubungan tersebut akan mampu mengatasi segala jenis kesulitan)

2. Consequence (Konsekuensi)

Kata/Frase yang digunakan adalah:
  • accordingly = maka
  • as a result = karena
  • consequently = sebagai konsekuensinya
  • for this reason = untuk alasan ini
  • for this purpose = hasilnya
  • hence = karena itu
  • otherwise = sebaliknya
  • so then = jadi
  • subsequently = kemudian
  • therefore = oleh karena itu
  • thus = demikian
  • thereupon = lalu
  • wherefore = lalu
Contoh Kalimat:
  • Highway traffic came to a stop as a result of an accident that morning.
    (Kemacetan di jalan raya berhenti karena kecelakaan pagi ini)

3. Contrast and Comparison:

Kata/Frase yang digunakan adalah: contrast, by the same token, conversely, instead, likewise, on one hand, on the other hand, on the contrary, rather, similarly, yet, but, however, still, nevertheless, in contrast

Contoh Kalimat:
  • The children were very happy. On the other hand, and perhaps more importantly, their parents were very proactive in providing good care.

4. Direction

Kata/Frase yang digunakan adalah: here, there, over there, beyond, nearly, opposite, under, above, to the left, to the right, in the distance

Contoh Kalimat:
  • She scanned the horizon for any sign though in the distance she could not see the surprise coming her way.

5. Diversion:

Kata/Frase yang digunakan adalah: by the way, incidentally

Contoh Kalimat:
  • He stumbled upon the nesting pair incidentally found only on this hill.

6. Emphasis

Kata/Frase yang digunakan adalah: above all, chiefly, with attention to, especially, particularly, singularly

Contoh Kalimat:
  • The Quakers gathered each month with attention to deciding the business of their Meeting.

7. Exception:

Kata/Frase yang digunakan adalah: aside from, barring, beside, except, excepting, excluding, exclusive of, other than, outside of, save

Contoh Kalimat:
  • Consensus was arrived at by all of the members exclusive of those who could not vote.

8. Exemplifying:

Kata/Frase yang digunakan adalah: chiefly, especially, for instance, in particular, markedly, namely, particularly, including, specifically, such as

Contoh Kalimat:
  • Some friends and I drove up the beautiful coast chiefly to avoid the heat island of the city.

9. Generalizing:

Kata/Frase yang digunakan adalah: as a rule, as usual, for the most part, generally, generally speaking, ordinarily, usually

Contoh Kalimat:
  • There were a few very talented artists in the class, but for the most part the students only wanted to avoid the alternative course.

10. Illustration:

Kata/Frase yang digunakan adalah: for example, for instance, for one thing, as an illustration, illustrated with, as an example, in this case

Contoh Kalimat:
  • The chapter provided complex sequences and examples illustrated with a very simple schematic diagram.

11. Similarity:

Kata/Frase yang digunakan adalah: comparatively, coupled with, correspondingly, identically, likewise, similar, moreover, together with

Contoh Kalimat:
  • The research was presented in a very dry style though was coupled with examples that made the audience tear up.

12. Restatement:

Kata/Frase yang digunakan adalah: in essence, in other words, namely, that is, that is to say, in short, in brief, to put it differently

Contoh Kalimat:
  • In their advertising business, saying things directly was not the rule. That is to say, they tried to convey the message subtly though with creativity.

13. Sequence:

Kata/Frase yang digunakan adalah: at first, first of all, to begin with, in the first place, at the same time, for now, for the time being, the next step, in time, in turn, later on, meanwhile, next, then, soon, the meantime, later, while, earlier,simultaneously, afterward, in conclusion, with this in mind ,

Contoh Kalimat:
  • The music had a very retro sound but at the same time incorporated a complex modern rhythm.

14. Summarizing:

Kata/Frase yang digunakan adalah: after all, all in all, all things considered, briefly, by and large, in any case, in any event, in brief, in conclusion, on the whole, in short, in summary, in the final analysis, in the long run, on balance, to sum up, to summarize, finally

Contoh Kalimat:
  • She didn�t seem willing to sell the car this week, but in any case I don�t get paid until the end of the month.

The Royal Order of Adverbs

Posted by Rama Van Basten under
Adverbs adalah Kata Keterangan. Pada Topik Adjectives, kita mempelajari tentang susunan Kata Sifat (Order of Adjectives). Order of Adjectives berfungsi untuk menyusun kata sifat yang berjumlah lebih dari 1 dalam 1 kalimat. Begitupun juga dalam Adverbs, kita juga sering menjumpai Adverbs lebih dari 1 dalam 1 kalimat. Untuk menyusunnya, maka pola yang digunakan adalah sebagai berikut:
  1. Manner
  2. Place
  3. Frequency
  4. Time
  5. Purpose
Perhatikan contoh berikut untuk melihat susunan Adverbs dalam sebuah kalimat.

Harrison runs dutifully (manner) around the track (place) every morning (frequency) before breakfast (time) to prepare for the marathon (purpose).

Namun, Susunan Adverbs lebih fleksibel dari pada Adjectives. Kalimat di atas dapat juga kita buat dalam contoh seperti berikut ini:

To prepare for the marathon, Harrison runs dutifully around the track every morning before breakfast.

atau

Every morning before breakfast, Harrison runs dutifully around the track to prepare for the marathon.

Jadi, jangan susun sembarangan Adverbs yang ada dalam 1 kalimat. Gunakan dalam susunan yang standart.

Tenses: Summary

Posted by Rama Van Basten under
Tenses merupakan hal yang paling mendasar dalam belajar Bahasa Inggris. Tenses merupakan bentuk waktu yang menjelaskan kapan suatu perbuatan, peristiwa atau situasi berlangsung atau dikerjakan. Jika kita tidak mengenal Tenses, tentu saja makna pembicaraan kita akan sangat sulit dimengerti orang lain.

Belajar Tenses dianggap orang sangat sulit untuk dipelajari. Jangankan nama-nama Tenses, banyaknya Tenses pun banyak orang yang tidak mengetahuinya. Padahal sangat gampang.

Yang perlu kita perhatikan dan ingat, hanya urutan dan Rumus Umum Tenses seperti di bawah ini:

Urutan Tense adalah sbb:

1. Simple
2. Continuous
3. Perfect
4. Perfect Continuous

Rumus Umum Tense adalah:
  1. Present : Kata Kerja Bentuk I
  2. Past: Kata kerja Bentuk II
  3. Perfect : Kata Kerja Bentuk III, namun di depannya pasti ada have, has, atau had
  4. Future : Kata Kerja Bentuk I, namun di depannya pasti ada will/shall, would/should
  5. Continuous : Kata Kerja bentuk I ditambah ing. Namun, di depannya pasti ada to be; is, am, are, was, were, be, atau been
Tense Secara Umum adalah sbb:

Present
  1. Present Simple Tense
  2. Present Continuous Tense
  3. Present Perfect Tense
  4. Present Perfect Continuous Tense
Past
  1. Past Simple Tense
  2. Past Continuous Tense
  3. Past Perfect Tense
  4. Past Perfect Continuous Tense
Future
  1. Future Simple Tense
  2. Future Continuous Tense
  3. Future Perfect Tense
  4. Future Perfect Continuous Tense
Past Future
  1. Past Future Simple Tense
  2. Past Future Continuous Tense
  3. Past Future Perfect Tense
  4. Past Future Perfect Continuous Tense
JADI 4 X 4 = 16 TENSES

Rumus Umum Tense adalah sbb:
  1. Present Simple Tense = S + V1 + dll
  2. Present Continuous Tense = S + is, am, are + V-ing + dll
  3. Present Perfect Tense = S + have,has + V3 + dll
  4. Present Perfect Continuous Tense = S + have, has + been + V-ing + dll
  5. Past Simple Tense = S + V2 + dll
  6. Past Continuous Tense = S + was, were + V-ing + dll
  7. Past Perfect Tense = S + had + V3 + dll
  8. Past Perfect Continuous Tense = S + had + been + V-ing + dll
  9. Future Simple Tense = S + will + V1 + dll
  10. Future Continuous Tense = S + will + be + V-ing + dll
  11. Future Perfect Tense = S + will + have + V3 + dll
  12. Future Perfect Continuous Tense = S + will + have + been + V-ing + dll
  13. Past Future Simple Tense = S + would + V1 + dll
  14. Past Future Continuous Tense = S + would + be + V-ing + dll
  15. Past Future Perfect Tense = S + would + have + V3 + dll
  16. Past Future Perfect Continuous Tense = S + would + have + been + V-ing + dll
Berikut ini contoh Tense dalam kalimat:
  1. Present Simple Tense = I study English
  2. Present Continuous Tense = I am studying English
  3. Present Perfect Tense = I have studied English
  4. Present Perfect Continuous Tense = I have been studying English
  5. Past Simple Tense = I studied English
  6. Past Continuous Tense = I was studying English
  7. Past Perfect Tense = I had studied English
  8. Past Perfect Continuous Tense = I had been studying English
  9. Future Simple Tense = I will study English
  10. Future Continuous Tense = I will be studying English
  11. Future Perfect Tense = I will have studied English
  12. Future Perfect Continuous Tense = I will have been studying English
  13. Past Future Simple Tense = I would study English
  14. Past Future Continuous Tense = I would be studying English
  15. Past Future Perfect Tense = I would have studied English
  16. Past Future Perfect Continuous Tense = I would have been studying English

Suppose

Posted by Rama Van Basten under
Suppose yang sedang kita diskusikan sekarang bukan suppose yang berarti "mengira" melainkan suppose yang artinya "Andaikan/Seandainya. Fungsinya sama dengan apa yang kita pelajari dalam topik Conditional. Silahkan ikuti penjelasan di bawah ini:
  • I suppose you'll be meeting Danielle when you go to Paris?
  • When you weren't there, I supposed you must have been held up.
  • I suppose you two know each other?
'suppose' tidak umum digunakan dalam bentuk Continuous. Kita tidak boleh mengucapkan 'I am supposing'.
  • Now I suppose we'll have to do something else.
  • We're waiting for John and I suppose he must be stuck in traffic.
  • At this moment I suppose it doesn't matter
Ketika kita merespon sebuah pendapat dengan 'suppose', kita dapat menambahnya dengan 'so' untuk menghindari pengulangan apa yang sudah diucapkan sebelumnya.
  • Is Susan coming to this meeting? - I suppose so.
'Supposed to be' artinya 'Katanya/Dipercaya'.
  • The new James Bond movie is supposed to be excellent.
  • He is supposed to have been rude to Mark but I don't believe it.
  • It is supposed to be the best restaurant in town.
'Supposed to be' dapat juga digunakan untuk berbicara tentang sesuatu yang sudah disusun atau diharapkan. Artinya sama dengan 'should' (seharusnya).
  • I'm supposed to get to work by 8.
  • John is supposed to turn off all the lights when he leaves.
  • I'm supposed to pay my rent on the first of the month.
'Suppose' dapat juga digunakan sebagai Conjunction yang artinya 'Bagaimana Jika'.
  • Suppose we take the earlier train to Munich? It would give us more time there. - Suppose we took the plane instead? That would give us even more time.
  • There's nobody in reception to let our visitors in. - Suppose I sit there until somebody comes?
  • I'm going to ask him for a pay increase. - Suppose he said 'no'? What would you do?

Suffixes

Posted by Rama Van Basten under

Suffix artinya "Akhiran".

Berikut ini adalah beberapa contoh akhiran yang sering muncul dalam Bahasa Inggris.

-able, -ible (DAPAT) = membentuk Adjective

  • breakable
  • washable
  • moveable

-able, -ible (PANTAS) = membentuk Adjectives

  • an admirable person
  • an acceptable answer

-ion, -ation, -ition (AKSI/KONDISI) = Membentuk Kata Benda

  • obsession
  • admiration
  • repetition

-en (Me...kan) = Membentuk Kata Kerja

  • You can sweeten your drink with honey or brown sugar.
  • If your belt is too tight then loosen it.

-ful (PENUH) = Membentuk Adjectives/ Nouns

  • a colourful picture
  • a powerful person
  • a tearful child
  • a painful illness
  • a truthful person
  • two spoonfuls/spoonsful of sugar
  • a mouthful of tea
  • a houseful of people

-ify, -fy (Me...kan) = Membentuk Kata Kerja

  • to simplify
  • to intensify
  • to beautify
  • The cement had solidified

-ism (ISME) = Membentuk Kata Benda

  • fanaticism
  • fogeyism
  • sexism

-ist (Orang yang melakoni) = Membentuk Kata Sifat dan Kata Benda

  • Marxist philosophy
  • a feminist
  • a sexist

-ize, (Me...kan) British dan Australia biasanya -ise = Membentuk Kata Kerja

  • to modernize (=to make modern)
  • to centralize

-less (TANPA) = Membentuk Adjectives

  • Something without meaning is meaningless.
  • He has no friends at all - he is friendless.

-ment (..an) = Membentuk kata benda

  • strong government
  • successful management
  • a great achievement

-ness (Ke...an) = Membentuk Kata Benda

  • sadness
  • nervousness
  • selfishness
  • kindness
  • the causes of homelessness

-ship (Per...an) = Membentuk Kata Benda

  • lordship
  • partnership
  • craftsmanship
  • friendship

-ward (Kearah) = Membentuk Adjectives

  • At least we're walking in a homeward direction.
  • The living room has seaward facing windows.
  • Take the northward road.
  • At last, to our great joy we were sailing landward.
  • Move onward three squares.

-wise (Berhubungan Dengan)

  • What shall we do foodwise - do you fancy going out to eat?
  • Moneywise, of course, I'm much better off than I used to be.
  • What do we need to take with us clothes-wise?
  • We were very lucky weather-wise yesterday.

Such vs Such as

Posted by Rama Van Basten under
Kita sering melihat dan mungkin menggunakan kata "such". Namun ada kemiripan kata seperti "such" dan "such as". Perbedaannya adalah bahwa "such" Artinya Demikian/Tersebut sedangkan "such as" artinya seperti.

Such as
diguanakn dengan kata benda dan untuk memberikan contoh:
  • He likes playing sports such as tennis, football and swimming.
  • At such times as Christmas and Easter, many people take holidays.
Kegunaan such adalah sebagai berikut:

1) Dalam situasi formal, such + noun berarti "tersebut" dan diletakkan sebelum a / an.
  • The committee is thinking of raising the subscription. I would oppose such a decision.
  • There are various ways of composing secret messages. Such systems are called 'codes' or 'ciphers'.
2) Such digunakan sebelum Aadjective + Noun.
  • I'm sorry you had such a bad journey. (= You had a very bad journey, and I'm sorry).
  • It was a pleasure to meet such interesting people.
3) Dalam situasi tidak resmi, such dapat juga digunakan untuk memberikan informasi baru, ketika pembicara ingin menekankan apa yang dikatakannya.
  • He's such an idiot!
  • She has such a marvelous voice!

Subjunctives

Posted by Rama Van Basten under
Subjunctive adalah bentuk kalimat pengandaian. Namun topik Subjunctive ini berbeda dengan Conditional. Conditional adalah kalimat pengandaian juga namun perbedaannya adalah Conditional dilengkapi dengan syarat-syarat tertentu untuk mengandai-andai. Misalnya "Aku akan mengundanya jika aku jadi kamu.". Berikut ini adalah penjelasan tentang Subjunctives.

Struktur Subjunctive

be (past)
  • I were
  • you were
  • he, she, it were
  • we were
  • you were
  • they were
be (present)
  • I be
  • you be
  • he, she, it be
  • we be
  • you be
  • they be
Kata kerja lain (past & present)
  • I work
  • you work
  • he, she, it work
  • we work
  • you work
  • they work
Penggunaan Subjunctive

Kita menggunakan subjunctives ketika kita berbicara tentang suatu kegiatan yang sebenarnya tidak akan terjadi. Kita menggunakan subjunctive ketika berbicara tentang kegiatan yang seseorang:
  • Inginkan agar terjadi
  • Harapkan akan terjadi
  • Membayangkan akan terjadi
Contoh:
  • The President requests that you be present at the meeting.
  • It is vital that you be present at the meeting.
  • If you were at the meeting, the President would be happy.
Subjunctive biasanya menggunakan kedua struktur berikut:
  • Kata Kerja: ask, command, demand, insist, propose, recommend, request, suggest + that
  • Ekspresi: it is desirable, essential, important, necessary, vital + that
Contoh:
  • The manager insists that the car park be locked at night.
  • The board of directors recommended that he join the company.
  • It is essential that we vote as soon as possible.
  • It was necessary that every student submit his essay by the weekend.
Perhatikan bahwa struktur berikut ini, subjunctive-nya sama. Tidak masalah kalimat itu tenses-nya past atau present. Contoh:
  • Present: The President requests that they stop the occupation.
  • Past: The President requested that they stop the occupation.
  • Present: It is essential that she be present.
  • Past: It was essential that she be present.
Kita selalu menggunakan were sebagai pengganti "was" setelah if (dan kata lainnya yang memiliki arti yang sama). Contoh:
  • If I were you, I would ask her.
  • Suppose she were here. What would you say?

Mengapa kita menggunakan "I were", "he were"?

Kita sering mendengar orang berkata "if I were you, I would go" atau "if he were here, he would tell you". Memang normalnya adalah: I was, he was. Tetapi struktur if I were you tidak melihat Past Tense". Struktur tersebut hanya mengenal past subjunctive untuk "to be" nya. Perhatikan contoh kata-kata/frase di bawah ini untuk struktur di atas:
  • if
  • as if
  • wish
  • suppose
  • If I were younger, I would go. (FORMAL)
  • If I was younger, I would go. (INFORMAL)
  • If he weren't so mean, he would buy one for me.(FORMAL)
  • If he wasn't so mean, he would buy one for me. (INFORMAL)
  • I wish I weren't so slow! (FORMAL)
  • I wish I wasn't so slow! (INFORMAL)
  • I wish it were longer. (FORMAL)
  • I wish it was longer. (INFORMAL)
  • It's not as if I were ugly. (FORMAL)
  • It's not as if I was ugly. (INFORMAL)
  • She acts as if she were Queen. (FORMAL)
  • She acts as if she was Queen. (INFORMAL)
  • If I were you, I should tell her. (FORMAL)
  • If I was you, I should tell her. (INFORMAL)
Note: We do not normally say "if I was you", even in familiar conversation.

Beberapa ekspresi menggunakan subjunctive. Contoh:
  • Long live the King!
  • God bless America!
  • Heaven forbid!
  • Be that as it may, he still wants to see her.
  • Come what may, I will never forget you.
  • We are all citizens of the world, as it were.

Start, Begin and Commence

Posted by Rama Van Basten under
Start, Begin dan Commence mempunyai arti yang sama, yaitu "mulai". Ketiganya adalah Kata Kerja (Verb). Walaupun mempunyai arti yang sama, namun ketiganya memiliki persamaan dan perbedaan seperti penjelasan di bawah ini:
  • Dalam banyak contoh kalimat, begin dan start dapat digunakan dan tidak ada perbedaan fungsi.
  1. I start/begin mountain climbing when I was eighteen.
  2. It is no use waiting for Jeremy. Let's start/begin.
  • Dalam bentuk Informal, start lebih sering digunakan daripada begin.
  • Start digunakan dalam kasus di bawah ini, dimana tidak dapat digunakan dengan begin.
  1. Memulai perjalanan.
    - I think we ought to start at six.
  2. Menghidupkan mesin.
    - How do you start the washing machine?
  • Commence digunakan hampir sama dengan begin, namun commence digunakan untuk situasi formal dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Term will commence on September 4th.

Some vs Any

Posted by Rama Van Basten under
Some dan Any sama-sama berarti Beberapa. Walaupun mempunyai arti yang sama, namun dalam tata bahasa (Grammar) Bahasa Inggris, keduanya mempunyai fungsi dan penggunaan yang berbeda. Ikuti penjelasan di bawah ini untuk menemukan perbedaannya.

Some digunakan untuk makna positif sedangkan Any digunakan dalam bentuk negatif dan pertanyaan
  • There is some bread on the table.
  • I would like some more meat.
  • Do you have any towels?
  • There aren't any more oranges.
Some dan any dapat juga digunakan sebagai bagian dari Indefinite Pronouns: something, somebody, anything, anyone.
  • Is anyone home?
  • There isn't anything in the oven.
  • Something is wrong.
Some dapat juga digunakan dalam kalimat tanya, khususnya untuk menawarkan sesuatu atau meminta
  • Would you like some more pie?
  • Could I have some candy?

Simple Present Tense

Posted by Rama Van Basten under
Present Simple Tense sering juga dikenal dengan nama Simple Present Tense. Tense ini secara sederhana diartikan sebagai bentuk waktu yang menjelaskan tentang semua perbuatan, peristiwa atau situasi yang terjadi pada masa sekarang.

1. Rumus
Untuk membentuk Simple Present Tense, maka gunakan rumus berikut ini:
  1. Subjek + kata kerja (+s/es) + dll (Untuk Kalimat Verbal)
  2. Subjek + is/am/are + dll (Untuk Kalimat Non-Verbal)
CATATAN:
  • Kita gunakan Rumus Pertama, jika kita mendapati kata kerja setelah subjek kalimat.
  • Kata kerja tersebut harus ditambah dengan "s" atau "es" jika subjek kalimatnya adalah He, She, It.
  • Penambahan kata "s" dan "es" akan dibahas di bawah.
  • Namun apabila setelah subjek kita tidak mendapati adanya kata kerja, maka gunakan is, am, are.
  • Penggunaan ketiga kata tersebut akan dibahas di bawah.
2. Keterangan Waktu

Ketangan waktu yang sering digunakan dalam Simple Present Tense adalah:
  • always
  • often
  • usually
  • sometimes
  • seldom
  • never
  • every day
  • every week
  • every year
  • on Mondays
  • after school
3. Contoh Kalimat Secara Umum
  • I go into the house.
  • We go into the house.
  • You go into the house.
  • They go into the house.
  • He goes into the house.
  • She goes into the house.
  • It goes into the house.
  • I am hungry.
  • We are hungry.
  • You are hungry.
  • They are hungry.
  • He is hungry.
  • She is hungry.
  • It is hungry.
4. Perubahan Kalimat

Untuk merubah kalimat dalam bentuk Negatif dan Kalimat Tanya, perhatikan caranya di bawah ini:

(1) Kalimat Verbal
  • Kalimat Positif = Subjek + V1 + dll
  • Kalimat Negatif = Subjek + do/does + not + V1 + dll
  • Kalimat Tanya = Do/Does + Subjek + V1 + dll?
(2) Kalimat Non Verbal
  • Kalimat Positif = Subjek + is,am,are + dll
  • Kalimat Negatif = Subjek + is, am, are + not + V1 + dll
  • Kalimat Tanya = Is, Am, Are + Subjek + V1 + dll?
Contoh:
  • They go into the house.
  • They do not go into the house.
  • Do they go into the house?
  • Mary goes into the house.
  • Mary does not go into the house.
  • Does Mary go into the house?
Perhatikan: Kalimat Mary does not go into the house; kata kerja goes tidak lagi kita gunakan, karena kita sudah menggunakan does.
  • They are hungry.
  • They are not hungry.
  • Are they hungry?
  • Andy is hungry.
  • Andy is not hungry.
  • Is Andy hungry?
5. Penambahan "S" dan "ES"

Perhatikan petunjuk di bawah ini untuk membentuk kata kerja yang bertemu dengan He, She, It.
  • Kata Kerja yang berakhiran bunyi desis, seperti s, ss, ch, x, z, dll, maka tambahkan "es" sesudahnya.
  • He watches ...
  • He passes ...
  • Kata Kerja yang berakhiran huruf "O" juga ditambah dengan "es".
  • He goes ...
  • She does ...
  • Kata Kerja yang berakhiran dengan "y", namun huruf sebelumnya adalah huruf vocal, maka tambahkan "s".
  • He plays ...
  • She says ...
  • Kata Kerja yang berakhiran dengan huruf "y", yang didahului oleh huruf konsonan, maka ubah huruf "y" tersebut menjadi "i" dan tambahkan "es".
  • Cry - He cries
  • Try - My father tries...
6. Fungsi Simple Present
  • Menyatakan suatu perbuatan yang dilakukan tidak hanya sekali, hampir seperti suatu kebiasaan (berulang-ulang).
  • My friend often draws nice pictures.
  • My father usually drinks a cup of coffee in the morning.
  • Menyatakan suatu perbuatan atau kejadian yang merupakan kebenaran umum atau tidak dapat dibantah lagi kebenarannya.
  • The sun rises in the East.
  • Water flows from higher to lower places.
  • Menyatakan suatu kegiatan yang sudah terjadwal.
  • The plane flies to London every Monday.
  • The train leaves for Manchester at 7.
  • Menyatakan suatu perbuatan atau aktivitas yang mengikuti aktivitas yang lainnya.
  • First I get up, then I have breakfast.
  • Ronaldinho passes the ball to Kaka, Kaka passes it to Pirlo, he shoots, and it's a goal.
  • Menyatakan sebuah instruksi.
  • Open your books at page 34!
  • Close the door, please?
  • Digunakan dengan kata kerja tertentu.
  • I understand what you mean.
  • I think it's OK.
Kata kerja tertentu yang kami maksudkan, akan kami bahas lebih terperinci pada Present Progressive Tense.

Simple Past Tense

Posted by Rama Van Basten under
Tenses yang kelima dalam Bahasa Inggris adalah Past Simple Tense atau yang lebih populer disebut dengan Simple Past Tense. Secara sederhana, Tenses ini diartikan sebagai bentuk waktu yang menjelaskan tentang peristiwa atau perbuatan yang terjadi di masa lampau.

Rumus:

(1) Kalimat Verbal
  • Kalimat Positif = Subjek + V2 + dll
  • Kalimat Negatif = Subjek + did + non + V1 + dll
  • Kalimat Tanya = Did + Subjek + V1 + dll?
(2) Kalimat Non-Verbal
  • Kalimat Positif = Subjek + was, were + dll
  • Kalimat Negatif = Subjek + was, were + not + dll
  • Kalimat Tanya = Was, Were + Subjek + dll?
CATATAN:
  • "Did" digunakan untuk semua Subjek.
  • "Was" digunakan untuk Subjek I, he, she, It.
  • "Were" digunakan untuk Subjek You, We, They
Perhatikan contoh berikut ini:
  • They went to school
  • They did not go to school.
  • Did they go to school?
  • She was here yesterday.
  • She was not here yesterday.
  • Was she here yesterday?
Penggunaan Past Simple Tense:

Kita memakai Tense ini untuk membicarakan tentang satu perbuatan yang terjadi di masa lampau.

Perhatikan contoh-contoh kalimat berikut:
  • The car exploded at 7 pm yesterday.
  • She went to the mall with my father last week.
  • Barbara was here 5 minutes ago.

Simple Future Tense

Posted by Rama Van Basten under
Future Simple Tense sering juga disebut sebagai Present Future Simple Tense atau lebih dikenal sebagai Simple Future Tense. Secara sederhana Tenses ini diartikan sebagai bentuk waktu yang menjelaskan tentang suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang.

Rumus:

(1) Kalimat Verbal
  • Kalimat Positif = Subjek + will/shall + V1 + dll
  • Kalimat Negatif = Subjek + will/shall + not + V1 + dll
  • Kalimat Tanya = Will/Shall + Subjek + V1 + dll?

(2) Kalimat Non-Verbal
  • Kalimat Positif = Subjek + will/shall + be + dll
  • Kalimat Negatif = Subjek + will/shall + not + be + dll
  • Kalimat Tanya = Will/Shall + Subjek + be + dll?
CATATAN:
  • Dalam American English, Semua subjek menggunakan will. Shall tidak digunakan dalam Future Simple Tense.
  • Dalam British English. Will digunakan untuk semua Subjek, namun Shall hanya digunakan untuk I dan we saja.
Contoh:
  • They will go home soon.
  • They will not go home soon.
  • Will they go home soon?
  • She will be here tomorrow.
  • She won't be here tomorrow.
  • Will she be here tomorrow?
Kapan kita mengunakan Simple Future Tense?

a. Tidak Ada Rencana Sebelumnya

Kita menggunakan Tense ini ketika tidak ada rencana atau keputusan untuk melakukan sesuatu sebelum kita berbicara. Kita membuat keputusannya secara spontan pada saat bicara. Perhatikan contoh berikut:
  • Hold on. I�ll get a pen.
  • We will see what we can do to help you.
  • Maybe we�ll stay in and watch television tonight.
b. Prediksi

Kita sering menggunakan Tense ini untuk membaut prediksi di masa mendatang. Lagi-lagi tidak ada rencana. Kita hanya berusaha mengucapkan apa yang kita fikir akan terjadi. Contoh:
  • It will rain tomorrow.
  • People won�t go to Jupiter before the 22nd century.
  • Who do you think will get the job?

Simile and Metaphor

Posted by Rama Van Basten under
Simile artinya sama atau menyamakan seseorang atau sesuatu dengan yang lainnya.
  • Her hair was like silk.
Untuk lebih jelasnya dan contoh-contoh Simile, silahkan click disini.

Metaphor adalah Kiasan atau mengkiaskan seseorang atau sesuatu dengan yang lainnya
  • He's a tiger when he's angry.

Silent Letters

Posted by Rama Van Basten under

Silent Letter adalah huruf-huruf yang tidak dibunyikan dalam pContohnya:capan Bahasa Inggris

Berikut ini adalah daftar huruf-huruf yang tidak dibunyikan dalam pContohnya:capan Bahasa Inggris:
  • Mb di akhir kata (yang tidak dibunyikan huruf b), Contohnya: comb, lamb, climb.
  • Sc di awal kata yang diikuti oleh 'e' atau 'i', (yang tidak dibunyikan huruf c), Contohnya: scene, scent, science, scissors (kecuali kata 'sceptic')
  • Kn (yang tidak dibunyikan huruf k), Contohnya: knife, knock, know.
  • Mn di akhir kata (yang tidak dibunyikan huruf n), Contohnya: damn, autumn, column
  • Ps di awal kata (yang tidak dibunyikan huruf p), Contohnya: psalm, psychiatry, psychology
  • Ght (yang tidak dibunyikan huruf gh), Contohnya: night, ought, taught
  • Gn di awal kata (yang tidak dibunyikan huruf g), Contohnya: gnome, gnaw, gnu
  • Bt (yang tidak dibunyikan huruf b), Contohnya: debt, doubtful, subtle (Kecuali ada juga beberapa kata, Contohnya: 'obtain', 'unobtrusive'!)

Huruf H juga tidak bunyikan dalam beberapa situsi berikut ini:

  • Di akhir kata yang didahului oleh huruf vokal , Contohnya: cheetah, Sarah, messiah;
  • Antara 2 huruf vokal , Contohnya: annihilate, vehement, vehicle
  • Setelah huruf 'r', Contohnya: rhyme, rhubarb, rhythm
  • setelah 'ex', Contohnya: exhausting, exhibition, exhort.

Should vs Had Better

Posted by Rama Van Basten under
Beberapa modal verbs dapat digunakan untuk memberikan saran atau keharusan. Diantaranya adalah "should" dan "had better". Jika diartikan, maka keduanya artinya adalah "seharusnya". Namun keduanya mempunyai fungsi yang berbeda seperti dijelaskan di bawah ini:

SHOULD

Contoh:
  • You should see a doctor.
  • You shouldn't eat so much.
  • What should I do?
Should pada contoh diatas digunakan untuk memberikan saran.

HAD BETTER

Contoh:
  • That woman had better get some help right away.
Had better digunakan untuk menyatakan suatu saran yang harus dilakukan atau berupa peringatan.
  • I'd better call an ambulance.
  • You'd better not wait.

Should Have

Posted by Rama Van Basten under
Should have yang kita diskusikan sekarang mempunyai arti "seharusnya telah". Melihat artinya, ekspresi tersebut kita gunakan untuk menyatakan sebuah penyesalan. Namun untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan penjelasan di bawah ini:

Kita menggunakan 'should have' untuk menyatakan peristiwa yang telah terjadi di masa lampau.
  • I should have let her know what was happening but I forgot.
  • He should have sent everybody a reminder by email.
  • They should have remembered that their guests don't eat pork.
Kita juga menggunakan 'should have' untuk berspekulasi tentang suatu peristiwa yang mungkin telah terjadi atau mungkin juga tidak terjadi di masa lampau.
  • She should have got the letter this morning. I expect she'll give us a call about it later.
  • He should have arrived at his office by now. Let's try ringing him.
  • They should have all read that first email by this stage. It's time to send the next one.
Kita memakai 'should not have' untuk berspekulasi secara negatif tentang apa yang mungkin telah terjadi atau mungkin juga tidak terjadi.
  • She shouldn't have left work yet. I'll call her office.
  • He shouldn't have boarded his plane yet. We can probably still get hold of him.
  • They shouldn't have sent the report off for printing yet. There is still time to make changes.
Kita juga menggunakan 'should not have' untuk menyatakan suatu penyesalan akan apa yang telah terjadi di masa lampau.
  • I shouldn't have shouted at you. I apologise.
  • We shouldn't have left the office so late. We should have anticipated this bad traffic.
  • They shouldn't have sacked him. He was the most creative person on their team.

Should

Posted by Rama Van Basten under
Should merupakan bentuk kedua dari "shall". Should merupakan salah satu Modals dalam Bahasa Inggris. Should artinya adalah "seharusnya". Should biasanya digunakan untuk memberikan saran atau nasihat. Untuk lebih jelasnya, silahkan ikuti penjelasan di bawah ini:

Gunakanlah 'should' untuk memberikan saran atau nasihat.
  • You should speak to him about it.
  • You should see a doctor.
  • You should ask a lawyer.
Gunakan juga 'should' untuk memberikan pendapat atau rekomendasi.
  • We should invest more in China.
  • They should do something about this terrible train service.
  • He should resign.
'Should' itu digunakan untuk mengekspresikan pendapat pribadi dan sering didahului dengan 'I think'.
  • I think they should replace him.
  • I don't think they should keep the contract.
  • Do you think I should tell her?
Kita memakai 'should' setelah 'reporting verbs' seperti demand, insist, propose, recommend, dan suggest
  • He demanded that we should pay for the repair.
  • She insisted that she should pay for the meal.
  • I have proposed that he should take charge of the organization.
  • The committee recommends that Jane should be appointed.
  • We have suggested that Michael should be given a reward for his hard work.
Namun, kita juga bisa menghilangkan kata "should" dan menggunakan infinitive tanpa "to" (Subjunctive).
  • He demanded that we pay for the repair.
  • She insisted that she pay for the meal.
  • I have proposed that he take charge of the organization.
  • The committee recommends that Jane be appointed.
  • We have suggested that Michael be given a reward for his hard work.
Kita memakai 'should' setelah Adjectives. Kata sifat yang sering diikutinya adalah funny, interesting, natural, odd, strange, surprised, surprising, typical
  • It's funny that you should say that. I was thinking exactly the same thing.
  • It's interesting that they should offer him the job. Not an obvious choice.
  • It's natural that you should be anxious. Nobody likes speaking in public.
  • Isn't it odd that he should be going to the same tiny hotel? What a coincidence.
  • It's strange that you should think so. Nobody else does.
Kita memakai 'should' dalam 'if clauses' ketika kita percaya bahwa kemungkinan yang kita buat itu kecil untuk terjadinya.
  • If you should happen to see him before I do, can you tell him that I want to speak to him urgently?
  • If there should be a problem, just give me a call and I'll sort it out.
  • If anyone should ask where I am, say I'm in a meeting.
Kita memakai 'should' untuk mengekspresikan kalau kita betul-betul setuju
  • They're paying you compensation? I should think so.
"Should" juga digunakan untuk mengekspresikan kesenangan ketika kita menerima hadiah
  • What a fantastic present. You really shouldn't have.
"Should" juga digunakan untuk menekankan emosi yang tidak nampak
  • You should have seen the look on her face when she found out that she had got the promotion.

Shall

Posted by Rama Van Basten under
Shall lebih umum digunakan dalam British English, terutama untuk Subjek Orang ketiga, I dan We. Untuk fungsi ini, shall tidak digunakan dalam American English. Untuk fungsi lainnya, shall digunakan dalam American English. Namun, apa sebenarnya fungsi dari shall? Ikuti penjelasan di bawah ini.

Kata "Shall" digunakan untuk menawarkan sesuatu dan menyarankan sesuatu.
  • What time shall we meet?
  • Shall we vote on it now?
  • What dress shall I wear?
  • Shall I open the window?
Dalam Grammar kuno , 'shall' digunakan sebagai pengganti 'will' dengan subjeknya 'I' dan 'we'. Namun sekarang kata 'will' selalu digunakan. Kalau kita memakai kata 'shall', berarti kita memiliki ide yang agak pribadi atau keinginan di masa mendatang.
  • I shall go to see the boss and I shall ask him to explain this decision.
Bentuk negatif dari 'shall' adalah 'shall not' atau 'shan't' - Namun bentuk yang kedua ini agak jarang dalam American English.
  • I don't like these people and I shall not go to their party.
  • I shan't object if you go without me.

Sentences

Posted by Rama Van Basten under
Sentence atau kalimat adalah sekumpulan kata yang mempunyai makna yang dapat dipahami maknanya dan memiliki sedikitnya Subjek dan Predikat.

Unsur-unsur Kalimat

a. Subject

Subjek adalah seseorang atau sesuatu yang menjadi bahan pembicaraan.

Contoh:
  • Jack has called the police. (Jack = Subject)
  • The novel is on the table. (The novel = Subject)

Yang dapat menjadi subject kalimat adalah:

A. Simple Subject, yang dapat dibentuk oleh:

a) Nouns (Kata Benda)
  • Birds are fowl.
  • Indonesia has the largest amount of Moslem in the world.

b)
Pronouns (Kata Ganti)
  • He cut my hair yesterday.
  • They had discussed the matter before the chairman left.

c) Adjectives as Nouns (Kata Sifat Yang Berfungsi Sebagai Kata Benda)
  • The poor needs helping.
  • The unemployed are hopeless.

d) Infinitives as Nouns (Infinitif yang berfungsi sebagai kata benda)
  • To pass the exam is first priority.
  • To say is easy but to do is difficult.

e) Participles as Nouns (Participle yang berfungsi sebagai kata benda)
  • Swimming is my hobby.
  • Smoking is really bad for your health.

B. Compound Subject

Compound Subject terdiri dari 2 atau lebih yang menjadi satu kesatuan makna.
  • The plane leaves at 7.
  • His brother's father-in-law passed away two days ago.

Pada saat suatu kalimat tidak memiliki subjek, maka IT dan THERE berfungsi sebagai subject kalimatnya. Pada saat kita berbicara "panas sekali hari ini", maka kita akan menyatakannya dengan "It is very hot today".
  • It is Sunday today.
  • There is a good show today.

b. Predicate

Predicate adalah kata yang menerangkan keadaan subject kalimat. Dalam Bahasa Inggris, jika suatu kalimat tidak memiliki Predicate kata kerja, maka posisi kata kerjanya harus digantikan dengan auxiliary (kata kerja Bantu).

a. Contoh Kalimat Verbal (Kalimat yang predikatnya adalah kata kerja)
  • Mr. Henry teaches us English.
  • The dog slept under a tree.

b. Contoh Kalimat Non-Verbal (kalimat yang predikatnya bukan kata kerja)

Kalimat Non-Verbal ini terdiri dari:

a) Nominal Sentence (Kalimat yang predikatnya kata benda)
  • She is a teacher.
  • My parents are doctors.

b)
Adjectival Sentence (Kalimat yang predikatnya kata sifat)
  • The boy is sick.
  • Alex and Ed are diligent.

c)
Adverbial Sentence (Kalimat yang predikatnya adalah kata keterangan)
  • The coffee is too hot to drink.
  • She is usually at home on Sundays.

d) Prepositional Sentence (Kalimat yang predikatnya adalah kata depan)
  • My mother is at home today.
  • The book is on the table.

c. Object

Object (Penderita) adalah kata yang menjadi sasaran apa yang dilakukan oleh subject. Namun, tidak semua kata kerja memiliki objek. Hanya kata kerja transitif saja yang membutuhkan objek. Sedangkan kata kerja intransitif tidak membutuhkan objek, seperti menangis, mendidih, berjalan, dll.

Kadangkala sebuah kalimat memiliki 2 object. Perhatikan contoh kalimat berikut ini:
  • Andy gives me a book.
    - Me = Objek tak langsung (Indirect Object)
    - A book = Objek langsung (Direct Object)

Untuk menandai yang mana objek langsung maupun tidak langsung cukuplah mudah. Kita harus tahu object dari predicate kalimat itu apa? Maka itulah objek langsungnya.
  • Andy memberikan apa? Sebuah Buku

Maka, a book adalah direct object. Kalimat tersebut dapat juga dibentuk dengan:
  • Andy gives a book to me.

Untuk lebih jelasnya, marilah perhatikan pembahasan mengenai Direct dan Indirect object berikut ini:

A. Direct Object

Direct Object adalah penderita langsung dari suatu tindakan di dalam satu kalimat. Contohnya, He hits the ball. Namun kita harus berhati-hati untuk membedakan antara Direct Object dengan Object Complement.

Perhatikan contoh berikut ini:
  • They named their daughter Elizabeth.

Dalam kalimat ini, "daughter" adalah Direct Object dan "Elizabeth" adalah Object Complement, yang menggambarkan atau memberikan penjelasan dari direct object-nya.

B. Indirect Object

Indirect Object mengindentifikasikan untuk siapa tindakan tersebut dilakukan. Direct dan Indirect Object dapat berupa orang, tempat, atau sesuatu yang berbeda.

Perhatikan kembali contoh berikut ini untuk membedakan antara direct dan indirect object. Yang bercetak tebal adalah Direct Object dan yang bercetak miring adalah Indirect Object.
  • The teacher gives his students A's.
  • Grandfather left Melissa all his money.

Indirect Object dapat digunakan dalam beberapa cara seperti berikut ini:
  • Lend me some money (Lend some money to me)
  • Make me a cup of coffee (Make a cup of coffee for me)

Pola-pola Untuk Menempatkan Direct dan Indirect Object.

Pola A
  • I give him an apple

Pola B
  • I give an apple to him.

Pola C
  • I bought a car for her. (= I bought her a car)

Kata Kerja yang digunakan untuk Pola A dan B adalah:
Write, read, show, teach, tell, sell, send, leng, bring, take, pass, give

Kata Kerja yang digunakan untuk Pola A dan C adalah:
Buy, get, make, find, do, bake, cash, save

Kata Kerja yang digunakan untuk Pola A saja adalah:
Ask, cost, charge, wish.

Kata Kerja yang digunakan untuk Pola B saja adalah:
Explain, announce, describe, introduce, mention, prove, repeat, say, speak, report

Kata kerja yang digunakan untuk Pola C saja adalah:
Open, answer, close, change, pronounce, prescribe

(Ketika dipakai dengan for, berarti artinya sama dengan "untuk kepentingan")

Kata Kerja Untuk Semua Pola
Sing

Kata kerja yang tidak dapat digunakan untuk semua pola (Kata Kerja Intransitive)
Eat, sleep, boil, etc.

d. Complement

Complement (pelengkap) adalah kata yang melengkapi maksud dari kata kerja (predikat) dalam suatu kalimat.

Dalam Bahasa Inggris, complement dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
  • Subjective Complement, yaitu kata yang melengkapi subjek dari sebuah kalimat.
  • Objective Complement, yaitu kata yang melengkapi objek dari sebuah kalimat.

Kata-kata umum yang dapat dinyatakan sebagai Complement adalah:
  • Adjectives
  • Nouns
  • Prepositions with Object
  • Adverbs

Complement sangat diperlukan oleh:

a. Transitive Verbs (Kata Kerja yang membutuhkan objek) read, write, make, invite, dll.
  • The news makes me upset. (upset = Objective Complement)
  • The King appointed Pak Belalang his Royal Astrologer. (his Royal Astrologer = Objective Complement)
  • They voted me chairman. (chairman = Objective Complement)

b. Intransitive Verbs (Kata Kerja yang tidak membutuhkan objek) seperti boil, walk, sleep, dll.
  • He grew happier gradually (happier = Subjective Complement)
  • They came here yesterday. (here = Subjective Complement)
  • You look beautiful. (beautiful = Subjective Complement)

c.Linking Verbs
  • She is a nurse (a nurse = Subjective Complement)
  • The game is now over (now = Subjective Complement)
  • The coffee is too hot to drink. (too = Subjective Complement)

e. Adjunct

Adjunct adalah kata yang menerangkan tentang object atau subject kalimat. Adjuct ini biasanya terdiri dari keterangan tambahan seperti keterangan waktu, tempat, dll.
  • I usually drink a cup of coffee in the morning.
  • She came here yesterday.
  • I go to school by bus.
___________________________________

2. Klasifikasi Kalimat

A. Berdasarkan penggunaannya, kalimat terbagi atas:

A.1 Declarative Sentence, yaitu kalimat berita/pernyataan, positif maupun negatif, benar maupun bohong.
  • We are happy.
  • She is not at home today

A.2 Interrogative Sentence, yaitu Kalimat Tanya.

Kalimat Tanya terbagi lagi atas:

A.2.1 Yes/No Question, yaitu pertanyaan yang jawabannya ya atau tidak.
  • Is John a doctor?
  • Can you swim well?
  • Has she called the police?

A.2.2 Wh-Question mengajak pembicara untuk mengetahui lebih jauh tentang sebuah topic pembicaraan.
  • What is your name?
  • Where do you live?
  • Which one is your book?

Perhatikan contoh sederhana berikut ini:

Susie invites Alex to her party tonight.
  • Who invites Alex to her party tonight?
  • What does Susie do to Alex to her party tonight?
  • Whom does Susie invite to her party tonight?
  • Where does Susie invite Alex tonight?
  • When does Susie invite Alex to her party?

Perhatikan kelima contoh kalimat diatas!. Bahwa kita tidak menggunakan do, does, atau did setelah who. Sedangkan do, does, did dipakai untuk selainnya.

A.2.3 Embedded Question adalah pertanyaan yang ada di dalam suatu pernyataan lain. Contoh pertanyaan seperti dalam Bahasa Indonesia adalah "saya tidak tahu apakah dia mau pergi atau tidak."

Ada 2 cara untuk membentuk Embedded Question, yaitu:
  • Jika di dalam suatu pernyataan terdapat kalimat Tanya (8W 1 H), maka gunakan langsung kata Tanya tersebut.
  • Jika tidak terdapat kata Tanya, maka gunakan "whether" untuk menggantikan kata "apakah".

Catatan:

Susunan kalimat setelah kata Tanya "whether" dalam Embedded Question harus kembali ke dalam susunan normal ( S + V + dll) dan tidak ada tanda tanya di akhir kalimat.

Contoh:

"Saya tidak tahu dimana Alex tinggal"
  • I do not know where Alex lives. (benar)
  • I do not know where does Alex live. (salah)
  • I do not know where Alex lives ? (salah)
  • I do not know where does Alex live? (salah)

"Ibu saya ingin tahu apakah kalian akan pergi besok."
  • My mother wonders whether you will go tomorrow. (benar)
  • My mother wonders will you go tomorrow. (salah)

A.3 Imperative Sentence, yaitu Kalimat perintah yang mencakup kalimat permohonan, do'a dan sebagainya.

Bentuk kalimat ini subjek kalimatnya adalah "you", namun dalam penulisan dan pengucapan selalu tidak disebutkan. Kemudian kata "please" biasanya ditambahkan di awal atau akhir kalimat. Namun kalau "please" diletakkan di akhir kalimat, maka didahului oleh "koma". Selain itu, di akhir kalimat selalu ditambahkan "tanda seru" jika "please" ada di awal kalimat dan "tanda Tanya" jika "please" ada di akhir kalimat.

1. Positive Imperative

a) Diawali dengan kata kerja
  • Open the door, please?
  • Please pass me the sugar!

Perbedaan antara "please" di awal kalimat dengan di akhir kalimat adalah sebagai berikut:
  • "Please" di awal kalimat berarti perintah, dan
  • "Please" di akhir kalimat berarti sebuah permintaan.

b) Diawali dengan selain kata kerja
  • Be careful, please?
  • Please be patient!

2. Negative Imperative (Larangan)

a) Diawali dengan kata kerja
  • Please don't spit on the floor!
  • Don't smoke here, please?

b) Diawali dengan selain kata kerja
  • Don't be lazy!
  • Don't be late!

A.4 Exclamatory Sentence, yaitu Kalimat yang menyatakan seruan, terkejut, marah dll yang bersifat spontan.

Setidaknya ada 3 pola untuk membentuk kalimat seru ini, yaitu:
  • What + Noun (phrase) + Subject + Verb (untuk Nouns jamak dan tidak dapat dihitung)
  • What a + Noun (phrase) (untuk Nouns tunggal dan dapat dihitung)
  • How + Adjectives/Adverbs (phrase) + Subject + verb
Contoh:
  • What beautiful cars you have!
  • What a lovely girl she is
  • How beautiful you are!

Exclamatory sentence dapat juga berupa ungkapan-ungkapan kata seru (interjection, yang akan dijelaskan di belakang)

Contoh:
  • God heaven!
  • May god bless you!
  • Thank God!

B. Berdasarkan Struktur kalimatnya, kalimat terbagi atas:

a) Simple Sentence (Kalimat Sederhana)

Yaitu kalimat yang memiliki 1 gagasan atau ide bicara saja. Artinya kalimat yang hanya terdiri dari 1 kata kerja utama saja.

Contoh:
  • A teacher teaches in front of the class.
  • The students listen their teacher carefully.
  • We can't make him come early.
b) Compound Sentence (Kalimat Majemuk)

Yaitu kalimat yang terdiri dari 2 ide pembicaraan yang disatukan oleh kata sambung (Conjunctions). Kalimat ini terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat dimulai dengan kata sambung seperti and, but, because, when, while, for, since, dll.

Contoh:
  • Anne is diligent but her sister isn't.
  • I will buy a car if my mother gives me the money today.
  • She can pass the exam because she studies hard.

Kalimat yang bercetak miring di atas adalah anak kalimat. Anak kalimat adalah apabila kalimat tersebut berdiri sendiri (tanpa induk kalimatnya), kalimat tersebut tidak dapat dimengerti maksudnya. (but her sister isn't = tetapi kakaknya tidak). Pada kalimat tersebut, kita tidak mengerti begitu saja maksudnya tanpa induk kalimatnya.

c) Complex Sentence (Kalimat Sempurna)

Yaitu kalimat yang hampir sama dengan kalimat majemuk, namun bisa terdiri dari lebih dari 1 anak kalimat dan dihubungkan dengan kata penghubung (Relative Pronouns) seperti who, whom, whose, that, dan which.

Contoh:
  • The man who cuts my hair is my uncle.
  • I am waiting for the boy whom you are talking about.
  • The house of which door is brown is mine.

d) Compound-complex Sentence (Kalimat majemuk sempurna)

Yaitu kalimat yang merupakan gabungan dan kombinasi dari kedua kalimat di atas, yaitu kalimat yang terdiri dari 1 atau lebih induk kalimat dan 1 atau lebih anak kalimat.

Contoh:
  • I have just phoned Ted who had told you that he would come to your house tomorrow and asked him to bring his wife along.
  • Jack whose mother teaches you English wants to come to my house today although I have told him that I will not be at home today because I have had an appointment with anybody.
  • Even though I have studied hard every day, but I can't pass the exam which is given to me.

Say vs Tell

Posted by Rama Van Basten under
Say dan Tell mempunyai arti yang sedikit berbeda, yaitu "berkata" dan "mengatakan". Dalam tata bahasa (Grammar) Bahasa Inggris, terutama dalam topik Reported Speech, keduanya mempunyai pola yang berbeda. Silahkan ikuti penjelasannya di bawah ini:

Penggunaan kata say dan tell lebih jelasnya dapat dilihat pada materi Reported Speech. :
  • "I am going to the shop." - He said (that) he was going to the shop.
  • "Sit down and open your books." - She told us to sit down and open our books.
  • "Will you come with us tomorrow?" - He asked me if I would go with them the following day.
Namun, Orang-orang Inggris dan Amerika, jarang menggunakan kata-kata tersebut dalam Reporting Verbs. Mereka sering menggunakan kata lain untuk mengantikan say dan tell. Perhatikan contoh berikut ini:
  • "I didn't do it!" - He said that he hadn't done it.
    (= He denied doing it.)
  • "I'll bring the book back tomorrow." - She said that she would bring the book back the following day.
    (= She promised to bring the book back the following day.)
  • "Please will you think about it some more?" - He asked me if I would think about it some more.
    (= He begged me to think about it some more.)
  • "First you should put the money in the slot and then you should press the button." - She said that I should first put the money in the slot and then press the button.
    (= She explained what I should do.)
Strukturnya dapat dilihat di bawah ini:
  • deny + that-clause ATAU
  • deny + -ing form
  • promise + infinitive
  • beg + object + infinitive

Salary vs Wage

Posted by Rama Van Basten under
Salary dan Wage memiliki pengertian yang hampir sama, yaitu sejumlah uang yang diterima sebagai kompensasi pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang. Keduanya mempunyai arti yang berbeda dalam Bahasa Inggris, dan perbedaannya adalah:
  • Salary = Sejumlah uang yang dibayarkan secara bulanan (Gaji)
Contoh:
  1. an annual salary of £35 000
  2. Her net monthly salary is £2500.
  3. a 5% salary increase
  4. Paul's on quite a good salary in his present job.
  5. To apply for a position please send your CV together with a covering letter or email stating your salary expectations to the person indicated.
  6. Salary negotiation is asking for a salary increase, a pay rise, or simply more money.
  7. In return you will receive continuous training, competitive salary, commission & overtime.
  • Wage = Upah yang dibayarkan secara harian atau mingguan
Contoh:
  1. A minimum wage is the lowest hourly, daily, or monthly wage that employers may legally pay to employees or workers.
  2. Low-wage workplaces are often physically damaging.
  3. Mike's death hit his parents hard as he was the only wage earner in the family.

Rumus Kalimat Pasif Dalam Semua Tenses

Posted by Rama Van Basten under
Menindaklanjuti saran dari salah satu pengunjung setia kami tentang Rumus-rumus Kalimat Pasif dalam semua bentuk Tenses, maka dengan senang hati akan kami jelaskan seperti di bawah ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
  1. Simple Present Tense : S + is, am, are + V3 + dll
  2. Present Cont. Tense : S + is, am, are + being + V3 + dll
  3. Present Perf. Tense : S + have, has + been + V3 + dll
  4. Present Perf. Cont. Tense : S + have, has + been + being + V3 + dll
  5. Simple Past Tense : S + was, were + V3 + dll
  6. Past Cont. Tense : S + was, were + being + V3 + dll
  7. Past Perf. Tense : S + had + been + V3 + dll
  8. Past Perf. Cont. Tense : S + had + been + being + V3 + dll
  9. Simple Future Tense : S + will + be + V3 + dll
  10. Future Cont. Tense : S + will + be + being + V3 + dll
  11. Future Perf. Tense : S + will + have + been + V3 + dll
  12. Future Perf. Cont. Tense : S + will + have + been + being + V3 + dll
  13. Simple Past Future Tense : S + would + be + V3 + dll
  14. Past Future Cont. Tense : S + would + be + being + V3 + dll
  15. Past Future Perf. Tense : S + would + have + been + V3 + dll
  16. Past Future Perf. Cont. Tense : S + would +have + been + being + V3 + dll
KETERANGAN:
  1. Subject Kalimat Pasif disini adalah Objek pada Kalimat Aktif.
  2. Semua Kalimat Pasif harus menggunakan Kata Kerja bentuk ketiga (V3)
  3. Setelah V3 dapat juga Anda tambahkan dengan by + Subject pada kalimat aktif.

Rise vs Raise

Posted by Rama Van Basten under
Apa perbedaan antara rise dan raise? Salah satu perbedaannya adalah bentuk kata Kerja ke-2 dan ke-3 nya, yaitu Rise adalah irregular verb: rise / rose / risen, dan Raise adalah regular verb: raise / raised / raised. Untuk mengetahui perbedaan penggunaannya, silahkan ikuti petunjuk di bawah ini:

Walaupun arti keduanya sama-sama "naik", namun perbedaannya adalah rise adalah intransitive verb (tidak membutuhkan objek), sedangkan raise adalah transitive verb (membutuhkan objek):
  • The sun rises in the east.
  • The temperature rose to 100 degrees.
  • Mary raised her hand.
  • The government is going to raise taxes.
Kalau sesuatu itu naik dengan sendirinya, maka gunakan rise (contohnya matahari terbit), Namun kalau sesuatu itu tidak naik dengan sendirinya, atau karena sesuatu yang lain, maka gunakan raise (contohnya mengangkat tangan, pemerintah menaikkan harga BBM, dll).
  • Allergies such as asthma and hay fever are continuing to rise around the world despite efforts to curb pollution, the principal suspect.
  • After rain, (the river's) level rose and fell mightily, and the channels were mined with sunken tree limbs.
  • However, it is true that the footballer's weight has risen and fallen over the past few years.
  • ... envelops the target in a substance, like a science fiction product, that is completely disabling. There is no need to kill; a gunman cannot even raise his arm to fire.
  • ... she smiled broadly and raised a clenched fist at a crowd of airport workers.

Reported Speech

Posted by Rama Van Basten under
Reported Speech atau Kalimat Laporan adalah kalimat yang digunakan untuk melaporkan apa kata orang lain dengan memasukkannya dalam kalimat yang kita buat sendiri. Kalimat laporan ini sering juga disebut dengan Kalimat Tak Langsung. Perhatikan penjelasannya di bawah ini:

Penggunaan


1. Statement


Pada penggunaan jenis kalimat ini, kata sambung yang kita gunakan adalah that. Namun kata ini bisa dipakai atau boleh juga tidak dipakai.

Perhatikan dialog berikut ini:


Alex : I am a student.
Bob : What did Alex say, Andy?
Andy : Alex said that he was a student.

Catatan:
  • Apa yang diucapkan Andy adalah kalimat tak langsung, karena Andy mengulang apa yang diucapkan Alex kepada Bob.
  • Karena bersifat pengulangan dan Alex berkata demikian beberapa saat yang lalu (sebelum Bob bertanya) maka Tenses yang digunakan harus dalam bentuk Past.
  1. George said," My mother will go to Bali today."
  2. George said (that) his mother would go to Bali today.
Catatan:
  • Perubahan hari dan tempat sangat tergantung pada situasi pada saat berbicara. Artinya dapat saja berganti, namun dapat juga tidak.
  • Tanda petik tidak lagi digunakan.
  1. "I have phoned the police," John said.
  2. John said that he had phoned the police.
2. Request/Command

Ada 2 kelompok dalam penggunaan kalimat tidak langsung jenis ini, yaitu:
  1. Positive Request/Command
  2. Negative Request/Command
Mari kita bahas satu persatu:

a. Positive Request/Command


Kalimat tak langsung jenis ini adalah kalimat permintaan atau perintah yang tidak dimulai dengan don't, seperti open the door!, close the window!, be carefull!, dsb. Untuk kalimat jenis ini, kata sambung yang digunakan adalah to sebelum kata kerjanya.

Contoh:
  1. "Close the window!", Anton asked.
  2. Anton asked me to close the window.
  1. Bob said," Be careful, my son!"
  2. Bob asked his son to be careful.
b. Negative Request/Command

Kalimat tak langsung jenis ini adalah kalimat permintaan yang dimulai dengan don't. Kata sambung yang digunakan adalah not to untuk menggantikan don't.

Contoh:
  1. "Don't touch me!", William asked.
  2. William asked me not to touch him.
  1. Mrs. Hunt said," Don't be lazy, Henry!".
  2. Mrs Hunt asked Henry not to be lazy.
3. Questions

Jenis ini juga memiliki 2 kelompok yaitu Yes/No Question dan Wh- Question.

a. Yes/No Questions

Yes/No Question adalah jenis pertanyaan yang membutuhkan jawaban ya atau tidak. Kata sambung yang digunakan adalah whether atau if. Namun yang perlu diingat adalah susunan kalimat dalam kalimat tak langsungnya harus menjadi normal kembali. Artinya setelah kata whether/if, maka harus dimulai dengan Subjek, Predikat, dst. Kita dapat juga menambahkan or not pada kalimat tak langsungnya. Namun kata or not hanya mengiringi kata whether dan tidak if. Kata whether lebih sering digunakan daripada if.

Contoh:
  1. Mr. Hunt asked," Are you my new secretary?"
  2. Mr. Hunt asked the girl whether she was his new secretary or not. - Bentuk I
  3. Mr. Hunt asked the girl whether or not she was his new secretary. - Bentuk II
  4. Mr. Hunt asked the girl whether she was his new secretary. - Bentuk III
  1. "Can you pick me up?", asked Edward.
  2. Edward asked if I could pick him up.
b. Wh- Questions

Wh- Question adalah jenis pertanyaan yang tidak dijawab dengan ya atau tidak, melainkan sebuah pernyataan seperi How old are you, Where do you live? dsb.

Kata sambung yang digunakan adalah kata tanya itu sendiri. Susunan setelah kata tanya itu kembali seperti kalimat positif. Perhatikan contoh-contoh kalimat berikut. Tanda tanya juga harus dihilangkan.

Contoh:
  1. "How old are you?", Ahmad wanted to know.
  2. Ahmad wanted to know How old I was. (BUKAN How old was I)
  1. Andy asked Ted," Where do you live?"
  2. Andy asked Ted where he lived.
LAIN - LAIN

Bagaimana dengan contoh-contoh kalimat berikut?
  1. "sssst!"
  2. "hmmm!" (berdehem)
  3. "zzzzzzz!" (mendengkur)
  4. dsb?

GREEN DAY VIDEO

My Blog List

Popular Posts

Pengikut